13 Ribu Orang Teken Minta Rachel Vennya Diproses Hukum

13 Ribu Orang Teken Minta Rachel Vennya Diproses Hukum

Sebanyak 13.666 orang menandatangani petisi yang meminta selebgram Rachel Vennya segera diproses hukum lantaran kabur dari karantina setelah pulang dari Amerika Serikat pada September lalu.
Petisi bertajuk 'segera proses hukum bagi rachel vennya berani kabur dari karantina' ini dimulai oleh Natyarina Avie pada situs Change.org. Saat ini (21/10) petisi tersebut sudah ditutup.

Dalam petisi tersebut, sejumlah penandatangan berkomentar bahwa Rachel Vennya telah memberikan contoh yang buruk sementara banyak orang berjuang bertahan hidup dan kehilangan orang terkasih akibat Covid-19.

Bukan hanya itu, para penandatangan juga menilai bahwa banyak masyarakat Indonesia rela menaati peraturan karantina demi pandemi cepat usai. Sehingga pelanggaran kekarantinaan yang dilakukan Rachel menjadi bentuk ketidakadilan.

Selain itu, para penandatangan menilai dengan Rachel Vennya diproses hukum adalah bentuk penegakan hukum oleh pemerintah dan negara.

AGNEZ MO-RICH BRIAN MASUK ASIA'S 100 DIGITAL STARS FORBES

AGNEZ MO-RICH BRIAN MASUK ASIA'S 100 DIGITAL STARS FORBES

Majalah Forbes Asia merilis 100 daftar bintang paling berpengaruh secara digital sepanjang 2020. Di antara daftar tersebut, ada empat seleb asal Indonesia: Agnez MoRich Brian, Raisa, dan Cinta Laura Kiehl. Dirilis pada 7 Desember lalu, daftar ini memuat sosok penting dalam dunia hiburan seperti penyanyi, band dan bintang film serta televisi dari seluruh wilayah Asia-Pasifik yang dianggap menggemparkan dunia digital.

"Dengan kehadiran media sosial mereka yang kuat, para pelopor ini telah mengumpulkan jutaan pengikut setia di seluruh platform populer, menjadikan mereka terkenal di dunia maya seperti saat mereka di panggung dan layar," kata Forbes Asia dalam laman resmi mereka. Forbes menyebut, daftar ini sebagai apresiasi terhadap para sosok yang telah memberikan kontribusi kepada warga dunia dengan tetap memberikan pesan positif, terlepas dari penundaan jadwal konser dan aktivitas hiburan lain akibat pandemi Covid-19.