ojk

OJK Ingatkan Anak Muda Jika Menunggak Pinjol dan Paylater Bisa Susah Dapat Kerja

Banjarmasin, Sun FM Radio – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan anak muda yang sedang atau pernah menunggak tagihan pinjol dan paylater bisa sulit mendapatkan kerja. Hal ini dikarenakan, jika terlambat membayar akan tercatat pada Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK atau yang lebih dikenal dengan istilah BI Checking.

BACA JUGA: Ada Kabut Asap, Pemkot Pontianak Terapkan Sistem Belajar Online

"Kami juga kasih tahu anak-anak muda dalam berperilaku di sektor keuangan karena di paylater kalau macet akan masuk di SLIK saat daftar kerja susah, ajuin KPR susah," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen Friderica Widyasari Dewi di Perpustakaan Nasional Salemba seperti dikutip Detik, Selasa (15/8).

Tak hanya itu, Kiki juga memperingati anak muda tidak menggunakan layanan pinjol-paylater untuk memenuhi kebutuhan konsumtif atau gaya hidup. Hal ini lah yang membuat anak muda mudah terjebak dalam skema pinjol-paylater.

Pihak OJK juga mengadakan sosialisasi berupaa edukasi kepada anak muda untuk tidak terikat pinjol-paylater untuk penggunaan yang berdampak negatif. Ini dikarenakan anak muda rentan menjadi korban pinjol-paylater.

 

 
kabut asap di pontianak

Ada Kabut Asap, Pemkot Pontianak Terapkan Sistem Belajar Online

Banjarmasin, Sun FM Radio – Kabut asap yang mulai menyelimuti kota Pontianak membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mulai menetapkan proses pembelajaran secara online.

"Kita melihat perkembangan kualitas udara selama tiga hari ini sangat mengkhawatirkan. Terutama saat sore dan malam hari. Pemkot Pontianak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak mulai menetapkan untuk melaksanakan sekolah secara online mulai besok," ujar Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Pontianak, dilansir Antara Selasa (15/8/2023).

BACA JUGA: OJK Ingatkan Anak Muda Jika Menunggak Pinjol dan Paylater Bisa Susah Dapat Kerja

Proses belajar online mulai diberlakukan pada 16 Agustus 2023 hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Lebih lanjutnya, Pemkot Pontianak akan terus memantau kualitas udara di Pontianak. Sebelumnya, menurut data Stasiun Air Quality Monitoring System (AQMS) kualitas udara di Kota Pontianak sempat menyentuh kategori berbahaya pada Senin (14/8) malam.

Penyebab buruknya kualitas udara di Pontianak adalah kiriman kabut asap dari titik api di luar daerah Pontianak.

Adanya kabut asap ini, Pemkot Pontianakn menyarankan agar masyarakat untuk mengurangi aktifitas di luar ruangan. Namun jika harus melakukan aktifitas di luar ruangan diharapkan masyarakat dapat menggunakan masker kesehatan.

 

elon musk luhut

Elon Musk Tertarik Untuk Investasi Jaringan Internet di Daerah Terpencil di Indonesia

Banjarmasin, Sun FM Radio – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan bahwa pemilik Tesla dan SpaceX, Elon Musk tertarik untuk berinvestasi mengenai jaringan internet murah di kawasan Indonesia Timur. Investasi ini akan melalui satelit "Starlink".

Ketertarikan Elon Musk terhadap investasi ini disampaikan oleh Luhut setelah bertemu dengan Elon Musk baru-baru ini.

BACA JUGA: Debit Air di Penampungan BPAM Banjarbakula Turun Hingga 0.8 Meter

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Kesehatan yaitu Budi Gunadi Sadikin turut hadir.

Dalam penjelasan Menkes Budi, pada pertemuan tersebut membahas mengenai potensi starlink untuk mendukung jaringan internet di 745 puskesmas yang ada di Indonesia. 

Adanya koneksi internet di puskesmas khususnya puskesmas di daerah tertinggal dapat mendorong digitalisasi pelayanan puskesmas.

"Karena kita mau mendorong digitalisasi secara masif, skriningnya, vaksinasinya, imunisasinya, timbangan antropometrinya untuk stunting. Sekarang kalau enggak ada koneksinya (internet) akan susah sekali," jelas Budi.

 

 
debit air di penampungan bpam banjarbakula

Debit Air di Penampungan BPAM Banjarbakula Turun Hingga 0.8 Meter

Banjarmasin, Sun FM Radio – Debit air baku di penampungan milik Balai Pengelola Air Minum (BPAM) Banjarbakula mengalami penurunan hingga 0.8 meter. Hal ini disebabkan oleh minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Kepala BPAN Banjarbakula, Muhammad Betty Nakir, level permukaan air baku di Desa Mandikapau, Karang Intan, Kabupaten Banjar saat ini berada di angka 5 meter.

BACA JUGA: Elon Musk Tertarik Untuk Investasi Jaringan Internet di Daerah Terpencil di Indonesia

“Ada penurunan 0,8 meter, karena sebelumnya 5,8 meter,” katanya yang dikutip dari Radar Banjarmasin kemarin (13/8).

Akan tetapi, penurunan level air tersebut belum menganggu pendistribusian air ke sejumlah perusahaan air minum.

BPAM Banjarbakula saat ini menjadi distributor ai baku untuk tiga perusahaan air minum yang ada di Kalsel yaitu PT Air Minum (PAM) Bandarmasih (Perseroda), PTAM Intan Banjar, dan PTAM Berkah Banua (Perseroda) , Ketiga perusahaan air minum tersebut mendistribusikan air ke berbagai daerah di Kalsel.

polusi di jakarta

DPRD DKI Usulkan Pekerja Rentan Polusi Mendapatkan Insentif

Banjarmasin, Sun FM Radio – DPRD DKI mengusulkan jika pekerja rentan polusi agar mendapatkan insentif dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Usulan ini diusulkan agar para pekerja itu sehat selama bertugas di lapangan.

"Pekerja rentan polusi seperti polisi lalu Lintas (Polantas), petugas Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sehari-hari bekerja di jalan yang berpotensi mengalami gangguan saluran pernapasan," kata Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi di Jakarta, Sabtu (12/8), disitat dari Antara.

BACA JUGA: OJK Blokir 6.895 Pinjol Ilegal, Kerugian Warga Capai Rp139 Triliun


Edi mengatakan insentif ini akan dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024. Insentif tersebut berupa asupan makanan, vitamin hingga obat-obatan.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK),  laporan pencemaran udara oleh Bloomberg Philanthopics dan Vital Strategies pada 2020, sumber emisi bahan di Jakarta adalah batu bara 0,41 persen, minyak 49 persen dan gas 51 persen.

Penggunaan bahan bakar di Jakarta menurut sektornya yaitu 44 persen transportasi, 31 persen industri energi, 10 persen industri manufaktur, 14 persen perumahan, dan 1 persen komersial.