fotografer lepas banjarmasin

Berkah Ramadan untuk Fotografer Lepas di Banjarmasin

Banjarmasin, SUN FM Radio – Momentum bagi rekan freelancer nih Sun People!

Ketika kamu menghadiri suatu acara di sebuah kegiatan, terkadang kamu juga mendapatkan sambutan dari juru foto atau fotografer untuk memotret, ‘kan Sun People?

Yang kemudian usai acara, foto-foto yang telah dicetak akan dipajang untuk dijual kepada pemilik foto.

Demikianlah yang dilakoni oleh rekan-rekan juru foto tanpa ikatan kontrak atau fotografer freelance. Profesi bisnis yang diterapkan yakni sistem spekulasi, usaha yang dilakukan dengan menjual karya foto yang memungkinkan mendatangkan keuntungan yang besar ataupun sebaliknya, Sun People.

Pada bulan Ramadan, kegiatan mungkin terbatas, tidak seperti di bulan lainnya. Namun pada Ramadan 1444 Hijriah ini tetap masih sejumlah momentum yang dimanfaatkan oleh sekelompok freelance fotografer. 

Seberapa pun penghasilan yang mereka raup, sebenarnya dicukup-cukupkan, maksudnya cukup karena yang namanya spekulasi, sehingga penghasilannya pun kadang-kadang untung bisa juga rugi. Konsep dagang yang dilakukan pun bisa untung, bisa rugi sebab melakoni profesi ini sebagai sampingan sekaligus ajang silaturahmi. 

Untuk kamu ketahui nih, Sun People, Paguyuban fotografi freelance Banjarmasin ini tidak terakomodir dalam bentuk organisasi yang menjadikan ada ketua maupun orang yang dituakan. Bahkan ada yang sudah melakoni profesi ini sejak tahun 1970 an, lho Sun People!

(sumber: liputan6.com)

le minerale

Apresiasi Le Minerale Hadirkan Baju dari Plastik Daur Ulang

Banjarmasin, SUN FM Radio – Keren banget, Le Minerale!

Kemenperin bahkan mengapresiasi Le Minerale dalam menghadirkan baju dari plastik daur ulang ini, lho Sun People.

Dilansir dari detik.com, Plt. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Ignatius Warsito mengapresiasi kolaborasi Le Minerale dengan brand pakaian Cosmonauts. Sebab kolaborasi tersebut menghadirkan edukasi terkait pengolahan sampah menjadi barang baru.

Tentu apresiasi diberikan karena kolaborasi tersebut menghadirkan pakaian yang memanfaatkan bahan daur ulang plastik PET. Selain itu, pakaian yang dihasilkan dari kolaborasi tersebut juga memiliki desain yang sedang digemari oleh anak muda, Sun People.

Sementara itu, Head of Public Relations and Digital Le Minerale Yuna Eka Kristina mengatakan kolaborasi tersebut sebagai wujud implementasi program Gerakan Ekonomi Sirkular Nasional (GESN) Le Minerale yang sudah berlangsung sejak 2 tahun lalu. Gerakan tersebut bertujuan untuk mengajak berbagai lapisan masyarakat termasuk anak muda untuk bersama peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Melalui kolaborasi tersebut juga diharapkan memudahkan pihaknya untuk terus terhubung dengan target audiens yakni anak muda. Melalui desain kaos yang trendy diharapkan mampu mendorong anak muda untuk terus peduli terhadap lingkungan.

(sumber: detiknews.com)

 
ida dayak

Viral! Fenomena Pengobatan Ida Dayak

Banjarmasin, SUN FM Radio – Pengobatan tradisional suku Dayak, nih Sun People.

Beberapa waktu terakhir, publik memang sedang dihebohkan dengan fenomena pengobatan alternatif, Sun People. Fenomena pengobatan Ida Dayak kini sedang jadi perhatian masyarakat Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan juga. Aksi Ida Dayak yang terekam menyembuhkan berbagai masalah tulang auto viral di media sosial. Bahkan, sejumlah tokoh tak segan pamer ikut berobat pada Ida Dayak, lho!

Lantas dengan hebohnya pengobatan alternatif ini, lalu bagaimana pendapat tokoh terkait di Kalsel ya?

Dilansir dari Tribunnews, ternyata pengobatan alternatif Ida Dayak yang sedang viral ini juga mendapat tanggapan dari Mandan, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan (Kalsel), Sun People. Dikatakan bahwa dirinya ikut berbangga dengan banyak dikenalnya pengobatan tradisional dari suku Dayak.

Pengobatan tradisional dalam suku dayak ini memang sudah ada dari turun-temurun, lho Sun People. Salah satunya adalah urut atau pijat, dan hal ini bisa dilakukan dengan bermacam-macam cara tergantung pada tiap wilayah. Namun memang cara khusus ini katanya tidak bisa diumbar atau diberitahukan secara detail kepada pasien atau orang yang ingin mendapatkan pengobatan, Sun People.

Bahkan seperti fenomena yang saat ini terjadi, masyarakat umum biasanya mengetahui dari hasil pengobatannya yang disampaikan dari mulut ke mulut. Bahkan orang yang bisa mengobati secara tradisional biasanya memang dipercaya sebagian besar adalah dari keturunan.

Disamping itu, Pemuka agama di Banjarmasin, Habib Fathurrahman Bahasyim menilai apa yang dilakukan Ida Dayak adalah hal positif. Kemudian, Budayawan Kalsel, Abdurrahman, mengatakan, jika itu merupakan budaya yang ada di Indonesia.

Namun sampai saat ini tidak mengetahui pasti kandungan apa yang ada di minyak bintang. Untuk diketahui nih, Sun People, minyak bintang ini berasal dari tulang hewan, kemudian dibuat sedemikan rupa saat malam hari. Semakin banyak bintang, maka minyaknya jadi. Dan untuk penggunaannya pun memang suku Dayak yang mengetahui komposisi dan bahan pembuatannya.

(sumber: tribunnews.com)

 
macet saat momen lebaran

Jangan Lupa! Angkutan Barang Bakal Dibatasi di Mudik-Lebaran

Banjarmasin, SUN FM Radio – Yang rencana mau bawa banyak barang, kamu perlu dengar himbauan ini, Sun People. 

Menjelang momen libur Idul Fitri 2023 mendatang, pemerintah memutuskan untuk membatasi operasional angkutan barang. Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Hendro Sugiatno menyebut langkah ini demi menjamin keselamatan, keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan

Dikutip dari sumber, CNBC Indonesia, "Serta demi mengoptimalkan penggunaan dan pergerakan lalu lintas pada ruas jalan nasional, serta memperlancar lalu lintas pada angkutan penyeberangan selama masa arus mudik dan arus balik Angkutan Lebaran Tahun 2023/1444 Hijriah, perlu dilakukan pengaturan lalu lintas jalan serta penyeberangan pada masa Angkutan Lebaran Tahun 2023/1444 Hijriah," pada Rabu (5/4/23), beberapa waktu yang lalu.

Pembatasan operasional angkutan dilakukan terhadap 5 kategori kendaraan yaitu:

  • mobil barang dengan Jumlah Berat Yang Diizinkan (JBI) lebih dari 14.000 (empat belas ribu) kilogram; b. mobil barang dengan sumbu 3 (tiga) atau lebih;
  • mobil barang dengan kereta tempelan;
  • mobil barang dengan kereta gandengan; dan
  • mobil barang yang digunakan untuk pengangkutan hasil galian (tanah, pasir, batu), hasil tambang, dan bahan bangunan.

Angkutan barang yang dikecualikan tersebut harus dilengkapi dengan surat muatan dengan ketentuan yang diterbitkan oleh pemilik barang yang diangkut, surat muatan dengan keterangan jenis barang yang diangkut, tujuan pengiriman barang, dan nama serta alamat pemilik barang. Surat muatan ini harus ditempelkan pada kaca depan sebelah kiri angkutan barang, Sun People. 

Namun melihat laporan dan keterangan saat ini, pembatasan ini diberlakukan di sejumlah wilayah di Pulau Sumatera dan Jawa, Sun People. Meskipun di wilayah kamu tidak diberlakukan, ada baiknya kamu juga tidak membawa muatan yang terlalu berlebihan selama mudik lebaran nanti ya, Sun People. 

(sumber: cnbcindonesia.com)

 
penjual jamu di vogue magazine

Potret Penjual Jamu Indonesia Masuk Majalah Vogue

Banjarmasin, SUN FM Radio – Jamu go international, nih Sun People. 

Minuman sehat yang satu ini memang sudah jadi minuman tradisi secara turun temurun di wilayah Indonesia. 

Indonesia punya banyak cerita menarik soal kuliner tradisionalnya, termasuk jamu yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Jamu pun sudah banyak diulas oleh media internasional berkat keistimewaannya.

Bangganya dari salah satu media internasional ada yang mention bahkan masuk dalam materi dalam majalahnya, lho, Sun People. Yang terbaru, yakni majalah Vogue yang juga dapat kamu lihat melalui Instagram @voguemagazine. 

Mulai dari potret wanita penjual jamu gendong, penjual jamu modern yang menggunakan motor, proses menumbuk bahan-bahan jamu, hingga bagaimana jamu dinikmati warga di perkampungan.

Tentu hal ini membuat sejumlah netizen Indonesia heboh ya, Sun People. Unggahan Instagram majalah Vogue tentang jamu ini sudah disukai lebih dari 116 ribu orang saat berita ini ditulis (4/4). Banyak netizen Indonesia turut bangga dengan dimuatnya cerita jamu oleh Vogue.

Tak sedikit juga netizen pemilik akun centang biru yang meninggalkan komentar positif atas ulasan ini, lho, Sun People. 

(sumber: detiknews.com)