kepala disdik kalsel

Kepala Disdik Kalsel Muhammadun Kunjungi SMAN 7 Banjarmasin, Klaim Tidak Ada Bullying

Banjarmasin, Sun FM Radio –  Motif pelaku masih dalam penyelidikan Sun People!

Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Kalimantan Selatan (Disdikbud Kalsel), Muhammadun, mendatangi SMAN 7 Banjarmasin, Selasa (1/8/2023).  Hal itu dilakukan Kepala Disdikbud Kalsel setelah peristiwa siswa ditusuk temannya di ruang kelas SMAN 7 Banjarmasin saat Senin (31/7) sekitar pukul 07.15 Wita. Dalih Muhammadun, kunjungannya merupakan kunjungan rutin yang dilakukan setiap bulan ke sekolah-sekolah yang ada di bawah naungan Disdikbud Kalsel. Kemudian, dibeberkannya terkait penusukan itu, pihaknya tidak menemukan ada indikasi bullying. 

BACA JUGA: Sutradara Pilih Joaquin Phoenix Jadi Napoleon Usai Nonton Joker

"Memang mungkin ada bercanda. Tapi tidak ada bullying. Mungkin karena masih remaja, emosi belum stabil," ungkapnya. 

Ia berpesan agar orangtua juga turut mengawasi anak. Bahkan, meminta pula agar orangtua turut serta mengawasi sifat, perilaku hingga emosi anak.  Menurutnya, penting memantau dan memeriksa setiap gawai yang digunakan oleh anak, sehingga orangtua bisa memantau tingkah laku anak. "Atas kejadian itu kami juga akan membeli metal detektor. Jadi sebelum masuk kelas dan bersalaman dengan guru, nantinya siswa akan diperiksa. Tentu kami tidak ingin hal ini terjadi," pungkas dia.

(tribunnews.com)

 
kemarau kering

Kemarau Kering, Badan Pangan Pastikan Stok Komoditas Strategis Aman hingga Akhir 2023

Banjarmasin, Sun FM Radio – Bentuk perhatian pemerintah akan kesediaan pangan ni Sun People!

Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi memastikan stok pangan dari komoditas strategis aman hingga akhir tahun 2023, selama kekeringan akibat musim kemarau yang puncaknya diprediksi Agustus - September 2023.

BACK JUGA: Kalahkan Ramen, Rawon Jadi Sup Terenak di Dunia Versi Taste Atlas

Adapun musim kemarau kering dipengaruhi oleh dua fenomena yang saling menguatkan, yaitu El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Hal ini menyebabkan kemarau tahun 2023 lebih kering dibandingkan tahun 2020-2022. "Stok pangan, tadi saya sampaikan bahwa sampai akhir 2023 nanti, stok komoditas strategis kita aman," kata Arief dalam diskusi secara daring di Jakarta, Senin (31/7/2023).

Ia menyampaikan, mitigasi musim kemarau sudah dimulai sejak tahun lalu. Untuk stok beras misalnya, pihaknya sudah menugaskan Perum Bulog untuk menyerap 2,4 juta ton beras petani sebagai cadangan nasional. Jumlah serapan ini meningkat dibandingkan dengan 990.000 ton pada tahun lalu.

Sumbernya diutamakan dari dalam negeri sehingga harga beras di tingkat petani tidak terjun bebas. Cadangan pangan pun terus ditingkatkan dari semula 200.000 - 300.000 ton menjadi 800.000 ton. Presiden Joko Widodo memerintahkan cadangan pangan ini kembali meningkat menjadi 1 juta ton sebulan ke depan.

(Kompas.com)

rawon

Kalahkan Ramen, Rawon Jadi Sup Terenak di Dunia Versi Taste Atlas

Banjarmasin, Sun FM Radio – Sun People, ada yang hobi makan rawon ga?

Rawon jadi sajian sup terenak di dunia. Rawon berdiri di posisi puncak dalam daftar teranyar yang dirilis Taste Atlas pada Jumat (28/7) waktu setempat.

Secara keseluruhan, sajian rawon mendapatkan raihan bintang sebanyak 4,8. Raihan ini mengungguli 10 sajian sup lainnya yang juga tak kalah enak. Rawon juga bahkan mengalahkan ramen, sajian mi Jepang yang ramai di Indonesia. Berbagai restoran atau gerai khusus ramen hadir di banyak kota di Indonesia.

BACA JUGA: Aksi Babarsih Sungai Barabai: 2,8 Ton Sampah Terangkut

Rawon sendiri merupakan sajian khas asal Jawa Timur. Sajian ini berisi potongan daging sapi dalam kuah hitam yang menggoda.

"Sup beraroma ini biasanya dibuat dengan daging sapi yang direbus perlahan dan bahan tradisional Indonesia lainnya," tulis Taste Atlas.

Elemen utama dalam sajian rawon sup terenak di dunia adalah keluak atau kepayang. Keluak ini-lah yang menghasilkan kuah hitam pekat dalam sajian rawon.

Biasanya, keluak dicampur bersama rempah dan herbal lain seperti daun jeruk, serai, jahe, kunyit, dan cabai.

Konon, rawon menjadi sajian favorit kalangan bangsawan di Surabaya. Seiring berjalannya waktu, sajian satu ini kian populer di tengah masyarakat.

Saat ini, rawon cukup mudah ditemukan di banyak restoran di Indonesia. Biasanya, potongan daging sapi dalam kuah hitam itu disajikan bersama nasi putih, telur asin, tauge pendek, sambal, dan kerupuk udang.

(cnnindonesia.com)

 
aksi babarsih sungai barabai

Aksi Babarsih Sungai Barabai: 2,8 Ton Sampah Terangkut

Banjarmasin, Sun FM Radio – Di Bandung ada aksi Grup Pandawara. Di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), ada Aksi Babarsih. Tujuannya sama, membersihkan sampah di sungai. Ini berawal dari usulan Muhammad Hidayatullah, 26 tahun.

Untuk memperingati Hari Sungai Nasional yang jatuh 27 Juli 2023, ia mengajak forum komunikasi pecinta lingkungan di HST untuk turun membersihkan sungai.

Dayat, sapaan akrabnya, memang aktivis lingkungan. Dia jebolan Green Leadership Indonesia. Usulannya disambut hangat. Sebanyak 250 relawan dari organisasi pemuda, instansi pemerintah, swasta dan masyarakat menyatakan siap berkolaborasi. 

BACA JUGA: Ibu Kota Kalsel Semakin Macet, Kenapa?

Kemarin (30/7) pagi, aksi itu terlaksana. Rutenya dari hulu Sungai Barabai di Jembatan Bungur. Ke arah hilir, Telaga Air Mata. Panjangnya sekitar 2 kilometer. Relawan membawa peralatan sendiri. Naik rakit dan ban karet untuk menyisir aliran sungai. Tak hanya sampah di sungai, sampah di bantaran juga dipungut.

“Tim air menggunakan perahu karet dan ban sembari membawa kantong sampah. Dapat 30 kantong lebih. Tim darat menyisir bibir sungai, mengumpulkan sampah secara manual,” kata Dayat.

Karena sungai sedang dangkal, pengumpulan sampah menjadi lebih mudah. Tinggal bagaimana menaikkannya ke bibir sungai. Pasalnya tebing sungai cukup tinggi. Ruang untuk berpijak juga sempit.

“Tapi semua hambatan dan tantangan bisa dilewati. Walaupun tidak mudah. Ini juga jadi catatan, kami akan cari solusi untuk aksi-aksi selanjutnya,” jelasnya. Dari Aksi Babarsih itu, total sebanyak 2.803 kilogram (2,8 ton) sampah terkumpul.

Semua sampah dibawa ke titik kumpul, di Siring Joewita Barabai. Selanjutnya ditimbang Tim Bank Sampah Urbandewan.

(radarbanjarmasin.com)

Ibu Kota Kalsel Semakin Macet, Kenapa?

Ibu Kota Kalsel Semakin Macet, Kenapa?

Banjarmasin, Sun FM Radio – Ngerasa makin macet ga ni Sun People?

Tak sedikit pengendara yang mempertanyakan alasan penutupan u-turn tersebut. Sebab kini saban pagi dan sore hari, jalan utama di ibu kota provinsi itu macet. Paling parah saat akhir pekan. Salah seorang warga kota, Ahdalena menyebut-nyebut u-turn di seberang Taman Van der Pijl dan depan bank BRI yang sudah ditutup.

“Karena saya berangkat kerja setiap hari lewat sini (Taman Van Der Pijl). Jadi merasakan betul jauhnya untuk putar balik. Yang jelas setiap jam sibuk dan weekend akan macet panjang,” keluhnya. Pantauan Radar Banjarmasin kemarin (30/7) di kilometer 34, ada saja pengendara yang nekat melawan arus agar bisa putar balik di u-turn yang lebih dekat dan belum ditutup. Ini memperparah kemacetan.

BACA JUGA: Film Indonesia Bakal Kembali Dikirim untuk Berkompetisi di Oscar 2024

Keluhan ini didengar anggota Komisi III DPRD Banjarbaru, Nurkhalis Anshari.

Ia melihat, sejak restoran-restoran besar bermunculan di Banjarbaru, banyak u-turn yang menjadi “korban”.

Hemat kata, Khalis menduga ada kepentingan bisnis yang mengalahkan kepentingan masyarakat pengguna jalan.

“Kami sangat menyayangkan adanya penutupan u-turn ini,” kata politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, Jumat (28/7). Khalis pun mempertanyakan, apakah penutupan u-turn itu berdasarkan kajian lalu lintas yang matang atau hanya karena “pesanan” pengusaha.

“Saat rapat kerja, pernah kami tanyakan kepada Dinas Perhubungan (Dishub). Mereka bilang penutupan putar balik itu berdasarkan kajian,” katanya.

“Tapi sampai sekarang kajian yang mereka maksud itu belum pernah dipaparkan secara langsung kepada kami,” sambungnya.

(radarbanjarmasin.com)